Kapan Saat yang Tepat? (Berbicara dengan anak)
Pada postingan sebelum ini saya membahas tentang soal ngomel dengan anak karena anak.
Pengalaman pribadi nih...dan saya rasa banyak juga bunda2 yang juga punya kebiasaan sama, jadi memang trade mark seorang ibu yang nota bene wanita adalah kekuatan pada mulut alias bawel bin cerewet.
Pengalaman pribadi nih...dan saya rasa banyak juga bunda2 yang juga punya kebiasaan sama, jadi memang trade mark seorang ibu yang nota bene wanita adalah kekuatan pada mulut alias bawel bin cerewet.
Nah ini ilmu yang saya dapat saat mengikuti seminar tentang psikologi anak. Seminar gratis yang saya dapat infonya dari radio paling populer di Surabaya (coba dicari pasti ketemu).
Pembicaranya adalah Dedy Susanto yang banyak mengeluarkan buku tentang Pemulihan Jiwa. Jadi saya ingin berbagi ilmu yang saya dapat dari seminar tersebut.
Setelah saya menarik benang merah dari materi seminar tersebut, ini hasilnya :
1. Pengalaman atau sesuatu yang menyakiti anak akan terekam dalam otak kecil dan akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama (kalau yang ini ada hubungannya dengan ilmu kedokteran tapi saya nggak tau). Jadi hati2lah dalam berperilaku terhadap anak dan jaga agar apa yang kita lakukan dengan tujuan untuk kebaikan anak tapi disampaikan dengan cara yang salah, justru akan menyakiti anak dan bisa menjadi bumerang-the right way
2. Saat berbicara dengan anak selain cara penyampaian juga yang tak kalah penting adalah waktu yang tepat. Pada saat anak sedang berkonsentrasi terhadap sesuatu apakah saat dia belajar atau main game selalipun dia akan fokus pada hal tersebut. Pada kondisi seperti ini menurut pembicara dan sama seperti point 1, ada hubungan antara ilmu kedokteran dengan psikolog karena berkaitan dengan otak dan hormon. Saat konsentrasi ini kalau dianalogkan, otak anak akan membentuk benteng pelindung sehingga kalau kita berbicara akan sulit diterima. Jadi kapan saat yang tepat berbicara (the right time) yaitu saat anak santai maka otaknya akan rileks dan lebih bisa menerima masukan.
1. Pengalaman atau sesuatu yang menyakiti anak akan terekam dalam otak kecil dan akan tersimpan dalam jangka waktu yang lama (kalau yang ini ada hubungannya dengan ilmu kedokteran tapi saya nggak tau). Jadi hati2lah dalam berperilaku terhadap anak dan jaga agar apa yang kita lakukan dengan tujuan untuk kebaikan anak tapi disampaikan dengan cara yang salah, justru akan menyakiti anak dan bisa menjadi bumerang-the right way
2. Saat berbicara dengan anak selain cara penyampaian juga yang tak kalah penting adalah waktu yang tepat. Pada saat anak sedang berkonsentrasi terhadap sesuatu apakah saat dia belajar atau main game selalipun dia akan fokus pada hal tersebut. Pada kondisi seperti ini menurut pembicara dan sama seperti point 1, ada hubungan antara ilmu kedokteran dengan psikolog karena berkaitan dengan otak dan hormon. Saat konsentrasi ini kalau dianalogkan, otak anak akan membentuk benteng pelindung sehingga kalau kita berbicara akan sulit diterima. Jadi kapan saat yang tepat berbicara (the right time) yaitu saat anak santai maka otaknya akan rileks dan lebih bisa menerima masukan.
Ok bunda....semoga sharing ini bermanfaat. Saya juga ingin memberikan sharing lain dari hasil acara parenting yang lain.
Sampai jumpa di postingan berikutnya ya...
Comments
Post a Comment