Masih tentang ABG baru

Hari Sabtu kemarin tanggal 7 Januari 2017 aku menghadiri acara parenting yang diselenggarakan sekolah Bagas...si ABG baru yang jadi tokoh dalam cerita ABG baru (jilid 2).
Kebetulan? Kurasa tidak...karena memang masa baru masuk SMA atau usia 15-17 tahun adalah masa peralihan dari remaja ke dewasa. Jadi sebenarnya masalah perubahan sikap yang terjadi pada Bagas yang aku alami sekarang juga dialami oleh banyak orang tua senasib☺.
Pengalaman bagaimana bersikap menghadapi ABG pada Nandha, putra pertama kami masih kami terapkan kembali pada Bagas namun tentu tidak sama persis.
Pada Nandha dengan sifatnya yang lebih tenang, kami bisa menghadapi dengan pendekatan yang lebih "kalem" juga. Sekalipun pada masa peralihan, Nandha tidak menunjukkan sikap yang ingin memberontak.
Pada Bagas beda lagi. Dengan sifatnya yang lebih grasa grusu, dia lebih responsif. Jadi kami harus ekstra sabar, namun ada kalanya disaat tertentu harus tegas dan sedikit memaksa.
Lha kok jadi cerita tentang acara parenting berubah...
Ok back to the frame....


Acara parenting kemarin mengundang pembicara Yosi Novlan.
Intinya hampir sama dengan yang aku dengar saat menghadiri graduation Adam Khoo akhir Desember 2016 yang lalu.
Lanjut nulis....setelah harus berhenti sebentar karena diminta si bungsu untuk menemani main dakon dan lanjut menemani tidur.
OK...ini dia inti dari materi acara parenting siang tadi :
- setiap anak berbeda (pasti) dan mereka istimewa. Setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Misalnya seorang anak yang berprestasi dalam akademik namun kurang punya empati (tapi gak semua begitu), dan sebaliknya ada anak yang prestasinya biasa saja namun punya rasa kepedulian yang tinggi terhadap sekitarnya.
- orangtua seringkali menuntut anak untuk belajar dengan harapan prestasi akademik yang ditunjukkan dengan nilai sekolah baik...ya iyalah sayapun sebagai orangtua pasti berharap seperti itu. Namun yang dimaksud disini adalah caranya yang mungkin kurang tepat...misalnya sambil ngomel mrepet berkepanjangan yang bukannya bikin anak patuh tapi malah menutup diri.
Nah untuk point 2 ini aku ada pengalaman yang bisa aku share. Tapi di postingan yang berikut ya...mau lanjut aktivitas nih

Comments

Popular posts from this blog

Celebration of Love by Air Supply

Galau

Dialog di suatu sore (16 Mei 2017)