Mudah buat kita (Apakah mudah bagi anak?)


Sambil buka FB, hanya baca sana sini, lihat gambar sana sini. Karena memang saya nggak hobi update status pribadi kecuali update status FB yang buat online shop. Baca sebuah status FB yang sharing tentang membentak anak dan kemudian menyesalinya, saya teringat salah satu benang merah dari seminar psikologi anak (postingan terdahulu) yang terlewat.
"Saat memarahi anak karena kesulitannya melakukan sesuatu atau kegagalannya melakukan sesuatu, posisikanlah kita pada usia dia. Karena sesuatu yang menurut kita mudah belum tentu mudah bagi anak kita karena usia kita jauh berbeda".

Jadi Bund...saat kita meminta atau menuntut anak melakukan sesuatu jangan diukur dengan usia kita tetapi ukurlah dengan usia anak. Maksudnya gini Bund...sesuatu yang menurut kita mudah akan sulit dilakukan untuk anak kita yang usianya mungkin baru 7 tahun tetapi kita menuntutnya melakukan dengan sempurna seperti kita orang dewasa yang melakukannya.
Misalnya kita memberi tugas untuk membuat susu tanpa tumpah karena menurut kita itu adalah sesuatu yang mudah, belum tentu buat anak usia 7 tahun akan bisa melakukan membuat susu tanpa tumpah di meja. Lha orang kita yang sudah tuwir aja kalau lagi gak fokus juga bisa tumpah, apalagi anak2 yang motoriknya masih berkembang.
Jadi jangan marah ya kalau anak kita belum bisa memenuhi harapan sesempurna yang kita inginkan. Semua itu butuh waktu dan proses. Ingatlah bahwa anak tidak memilih dilahirkan dari orang tua yang mana. Mereka adalah keturunan kita yang mewarisi sifat dari 2 orang yang berbeda baik latar belakang, sifat, atau genetika lain yang kita turunkan pada anak kita. Dan tugas kitalah sebagai orang tua untuk "mewarnai" dan membentuk anak kita. Jadi yuk kita bentuk dan warnai putra putri kita dengan bentuk dan warna yang indah dengan cara yang indah juga.
Selamat beraktivitas...

Comments

Popular posts from this blog

Celebration of Love by Air Supply

Saat WFH di Masa #DiRumahAja

Galau